Dengke Naniura merupakan makanan khas batak. Berbeda dengan makanan khas batak lainnya, seperti arsik, napinadar atau saksang yang disajikan dengan terlebih dahulu dimasak dengan cara direbus, dipanggang atau dikukus, makanan ini disajikan tanpa dimasak terlebih dahulu.
Dalam bahasa Batak, dengke naniura atau sering disebut dengke na masak so pola ni lompa artinya ikan yang matang tanpa dimasak. Pada dasarnya, dengkenaniura mirip seperti sashimi makanan khas Jepang. Dengke naniura diolah dengan cara yang sederhana, ikan terlebih dahulu dibelah melintang dari kepala hingga ekor dan dipisahkan dari duri-durinya. Setelah dibersihkan, ikan dilumuri dengan air perasan unte jungga ( jeruk purut) dan ditaburi garam secukupnya. Setelah didiamkan beberapa menit, ikan dicampur dengan bumbu yang telah dihaluskan, seperti : andaliman, jahe, kunyit, cabai rawit, cabai merah, bawang merah, bawang putih, rias, kemiri dan kacang. Bisa dibayangkan rasanya seperti apa?
Dengke Naniura sudah jarang dihidangkan bahkan banyak generasi muda batak yang tidak mengetahui makanan ini. Karena itu, Klub Huta Batak sebagai salah satu ekstrakurikuler siswa/I asrama Yasop yang mewadahi siswa/I yang tertarik mengetahui lebih serius tentang kebudayaan Batak mencoba kemampuan mereka dalam mengolah masakan khas Batak ‘NANIURA’.
Setelah menghabiskan waktu selama kurang lebih dua jam didapur dan dengan dipandu oleh tutor mereka yang sekaligus guru kelas intenasional math Ms.Hanita, akhirnya naniura siap untuk disantap...dan ternyata...maknyuss..