kaki bukit pemberi inspirasi, tidak jarang siswa/i mendaki bukit ini
Sudah lama suara itu terdengar
Namun semua berpura-pura
Tak ada yang menghiraukan
Menghindar dengan spontan
Andai aku disana
Dan suara itu kudengar
Kan kutangkap dengan segera
Aku tak menyangka
Gunung berkata “ kenapa? “
Aku menjawab “ aku tidak tau “
Dia telah jauh disana
Sendiri merana sepi
Gunung kembali bertanya
Kenapa kau tak kembali
Kejarlah dia, jangan biarkan
Ia menangis sendiri sendiri
Bukankah ia berharga ?
Sayup angin berhembus melewati mataku
Mataku tertutup
Dengan sekejap kubuka mata
Kunyatakan di hadapan gunung
Inilah tempatku
Inilah tekadku
Disinilah aku berjuang menggapai cita-citaku
Asrama Yayasan Soposorung
Gustina Sirait ( kelas 1 )
Talent Show
Sebuah acara khusus yang digelar oleh seksi pengembangan bakat Asrama Yayasan Soposurung untuk menampilkan dan mengekspresikan talenta dan bakat siswa/i dilaksanakan kembali pada hari Rabu tanggal 26 November 2008. Acara ini dilaksanakan siswa/i kelas satu dan dua yang ternyata punya bakat menakjubkan, hasilnya sungguh menghibur dan memuaskan para penonton. Ya, meskipun yang menyaksikannya hanya Bapak Kepala Asrama, guru-guru internasional dan para siswa/i kelas tiga.
Acara yang berlangsung meriah dan semarak ini dikemas dalam bentuk drama musical. Acara dibuka dengan drama pembuka yang membuat penonton penasaran. Cerita drama yang ditampilkan mengisahkan tentang hidup remaja SMA yang penuh warna dan gejolak. Dalam acara ini ditampilkan juga modern dance, tortor, atraksi dari tim basket dan sepak bola dan tak ketinggalan music & band persembahan dari klub yang ada dalam ekstrakurikuler siswa/i Asrama Yayasan Soposurung.
Semuanya disuguhkan sangat menarik dan diselingi dengan drama yang cukup heboh dengan sorak sorai dan tepuk tangan riuh penonton karena penampilan Satria pemeran Rongit dan Fandi Aro pemeran Anto cukup membuat penonton terkesima dengan acting memukau. Padahal, persiapan acara ini terhitung sangat singkat tapi berkat keseriusan mereka dalam latihan maka hasilnya memuaskan.
Rongit dan teman-temannya menari ala india yang memancing sorakan dari penonton
Dan….. ada lagi hal yang menarik dalam acara ini, suasana menjadi lebih meriah dengan penampilan dansa dari siswa/i kelas tiga yang memukau. Anak-anak Yasop memang berlimpah dengan talenta yang diasah dengan serius. Acara ditutup dengan penampilan vocal group dan band siswa/i yang diakhiri dengan penampilan Yolanda Togatorop dan Evan Mahulae yangmemperkenalkan lagu ciptaan Yolanda sendiri yang berjudul “ jangan sombong nanti jatuh “ yang merupakan motto siswa/i kelas tiga. T
Acara talent show tahun ini berbeda dari yang sebelumnya, sangat singkat namun bermakna, demikian komentar Pak Halasan dalam sambutannya. Beliau berharap untuk seterusnya akan lebih baik lagi. Acara seperti ini pasti sangat dinantikan karena bermanfaat sekali untuk mengekspresikan bakat dan talenta siswa/i.
Nah……nantikanlah acara-acara yang lebih seru lagi dan jangan pernah malu untuk mengekspresikan diri…….
Journalistic Club
Kompas Anak Yasop
“ Tindakan disiplin untuk mengganti haluan, contoh sebagai kompas”
Mungkin inilah istilah yang tepat menggambarkankondisi remaja Indonesia. Tanpa ada sanksi tak ada perubahan, kapalnya terus berlayar walaupun diarah yang salah. Begitu diberi tindakan, mulailah ada perubahan sedikit demi sedikit, kapalnya berubah haluan kearah kompas yang tepat. Seperti yang terjadi pada siswa/i Asrama Yasop, jika kita tanyakan pada merekabagaimana budaya mereka saat SMP misalnya sepatu. Rata-rata akan menjawab “ penuh bedak “. Tetapi setelah masuk asrama bahkan ujung-ujung sepatu mereka harus hitam dan mengkilap. Arah kompas sudah mulai benar. Ketika jarum kompas mulai bergeser lagi maka tindakan disiplinpun akan berjalan. “ Bagi siswa/iyang sepatunya tidak disemir jalan jongkok dari selasar “, inilah perintah pengawas ketika siswa/i akan berangkat ke sekolah. Bagi mereka yang salah arah maka haluan perlu digeser.
Contoh lain, ketika tinggal bersama orang tua banyak siswa/i yang tidak mandiri, tapi ketika masuk asrama kompaspun mulai bergerak hingga haluan menjadi tepat. Lipatan baju setelah disetrika harus 20 cm, celana pendek dan pakaian dalam 15 cm itulah arah kompas yang mau dituju. Lama kelamaan kompas bergeser menuju arah yang tepat, ketika arahnya salah lagi tindakan disiplinpun datang.“ Waktu ronda malam, waktu ronda malam “, begitulah perintah yang terdengar dari toa. Siswa/i yang salah haluan lari keliling lapangan apel, akhirnya kompas tidak akan bergerak lagi
Jadi, jika diibaratkan perahu, begitulah kehidupan anak Yasop……
Berman Sinaga ( kelas 1)
The Forgotten Music
Pada hari Kamis, 20 November 2008 diadakan Pagelaran Revitalisasi Musik Tradisi Toba “ Jou-Jou ni Gondang Batak Toba “. Acara yang diadakan di TB. SilalahiCenter ini diketuai oleh Bapak Royal Pangaribuan dan dipandu oleh Irwansyah Harahap, MA. Pada acara ini hadir Ibu Dra. Rithaony Hutajulu selaku direktur program, MA dan eksternal supervisor Prof. Ramon Santos dari University of Phillipines.
Bapak Royal Pangaribuan dalam kata sambutannya mengatakan “ TB. Silalahi center turut mengapresiasi musik Batak Toba lewat acara ini “, Ia menambahkan pula “ sebuah buku mengatakan : anak-anak harus diajarkan tentang asal-usulnya agar memiliki rasa bangga dan percaya diri “
Apa artinya revitalisasi?Dalam kata sambutannya, Ibu Rithaony mengatakan “ revitalisasi ialah memvitalkan kembali, karena apa? Tujuannya ialah agar terjadi regenerasi dalam pemusiknya, sehingga tidak punah dan musi ini akan divitalkan kembali dengan cara mgembalikannya ke masyarakat unutk dipakai dalam acara-acara adat, misalnya acara pernikahan, saur matua, dsb “
Bagaimana program ini dapat berjalan? Program ini dibiayai oleh Ford Foundation ( FF ), sebuah yayasan Amerika untuk kebudayaan. Selama dua tahun FF membiayai guru-guru yang menguasai musik tradisional ini untuk mengajari murid-muridnya, yaitu pemuda-pemuda dari tanah Batak. Selain mengajari, program ini juga mendokumentasikan alat-alat musik tradisional dan keahlian memakainya yang sudah tidak terdengar lagi. Misalnya saja di tanah Simalungun, hanya tinggal satu keluarga saja yang masih menguasai pemakaian Arbab Simalungun. Pagelaran musik yang akan dilaksanakan di daerah Toba, Karo, Pakpak dan Simalungun ini merupakan acara puncak dari pembelajaran yang sudah dimulai sejak dua tahun yang lalu.
Acara pagelaran ini dimulai dengan permainan gondang oleh murid-murid didikan, berikut urutan permainan gondangnya :
·Gondang mula-mula , gondang pembuka
·Gondang siharungguan, tentang seseorang yang menjadi pusat perhatian
·Gondang sipatogu padan, tentang janji cinta
·Gondang didangdidang hasinabung, gondang pengiring pembicara dalam pesta
·Gondang si tuan gading habonaran, bercerita tentang kejujuran
·Gondang si margulang ombun, tentang embun di pagi hari agar kita tidak malas
·Gondang sitiotio, gondang penutup
Setelah itu tampil para guru memainkan alat musik yang sama dengan permaianan musik yang berbeda, dimulai dengan gondang mula jadi, haroharo, pangangkatangkat ni hoda si apaspili, sidabu petek ni ampanugari, lilit tu meter, didangdidang si saurang, dan diakhiri dengan gondang hasahatan. Semua istilah ini hampir tidak pernah didengar lagi apalagi di mengerti dan permainan musik ini tidak pernah lagi diperdengarkan, terasa sangat baru bagi pendengaran penonton yang mayoritas Batak Toba dan putra daerah. Semua permainan ini menggunakan hasapi ( kecapi ), sarune ( alat musik tiup ), gamelan batak, masing-masing dengan berbagai variasinya.
Acara dilanjutkan dengan penampilan tortor dan permainan gondang dari siswa/i SMK Soposurung yang tidak kalah menarik. Ternyata masih ada generasi muda yang bisa memainkan alat musik godang meskipun masih sangat sederhana dan merupakan permaianan musik Batak Toba yang masih sering diperdengarkan dalam acara adat.
Pagelaran ini ditutup dengan penampilan menakjubkan dari Group Suara Sama yang menampilkan seruling maut dengan nyanyian andungandung yang memukau semua penonton dan meriuhkan gedung dengan tepuk tangan penonton yang dimainkan seorang seniman terlupakan di negeri ini tapi dikenal baik di luar negeri. Dan dilanjutkan dengan nyanyian opera Batak yang memperdengarkan suara merdu sang direktur, Ibu Rithoany Hutajulu, MA, nyanyian Batak yang sudah tak pernah diperdengarkan lagi ditampilkan sangat segar. Dalam sambutannya untuk menutup acara, Prof Ramon Santos mangatakan, “ Kita perlu melestarikan budaya kita ketika dunia cepat berubah, sehingga budaya itu tidak punah”. Ia pun menutupnya dengan ucapan “ Saya belajar banyak dan mangagumi keindahan musik anda”.
Ya, musik ini memang indah, tapi sayang terlupakan. Bahkan pemerintah tidak menaruh perhatian, sampai yayasan dari negara asing, Amerika, yang turun tangan. Ironis ya????
Journalistic Club
Anak-Anak Emas di Kaki Bukit
Asrama Yasop berada di bawah kaki bukit Dolok Tolong, dihuni sebanyak 160 orang siswa/i yang bersekolah di SMAN 2 balige. Banyak tujuan menjadi siswa/i Asrama Yasop namun tujuan utama bukanlah untuk belajar, bukan juga unutk dapat masuk ke Perguruan Tinggi Negeri favorit ataupun untuk sekedar membentuk disiplin dan kekuatan fisik. Kalau hanya ingin mencari hal-hal itu, bukankah itu juga bisa didapat dari banyak sekolah lain? Tidak perlu masuk Asrama Yasop, bukan?
Hal utama dan pertama yang didapat disini adalah pembentukan karakter yang baik, menghasilkan siswa/I berkarakter kuat dan tangguh. Belum pernah terlintas dalam benak siswa/I apa yang akan mereka alami di asrama ini. Apalagi pada masa orientasi, pasti sangat sulit, berpisah dari orang tua, pasti ada aja yang berniat unutk keluar. Tapi ada sesuatu yang menarik dari Asrama Yasop yang menghapus pikiran itu dan menahan anak-anak ini. Angkatan XIX, angkatan pertama yang berjumlah 80 orang dalam sejarah Asrama Yasop cukup dikhawatirkan, mempersatukan hati 80 orang yang berbeda karakter dan berasal dari berbagai daerah, menjadikan mereka saudara tentulah sanagt tidak mudah. Asrama Yasop telah berhasil untuk 18 angkatan dan angkatan XIX adalah misi selanjutnya.
Akankah berhasil ?
Pasti bisa, karena anak-anak Yasop bukanlah anak-anak sembarangan, mereka adalah anak-anak emas yang siap untuk meraih masa depan. Tingginya Dolok Tolong tidak akan menutupi sinar emas anak-anak Soposurung, mereka akan tetap bersinar.
Cindy E.S ( kelas 1)
Last update 12-12-2008 06:25:59 by halasan
Message Board
09-03-2013 10:58:10
INFORMASI RESMI PENERIMAAN SISWA BARU 2013
I. PERSYARATAN
Umum
Warga Negara Indonesia
Siswa Kelas III SMP/sederajat T.P 2012/2013
Sehat jasmani dan rohani
Khusus
Mengikuti tes akademik
Peserta yang lulus tes akademik akan mengikuti tes psikologi, kesehatan, kesamaptaan dan wawancara
Bersedia tinggal di asrama selama mengikuti pendidikan di SMAN 2 Balige dan sanggup mematuhi peraturan, tata tertib asrama dan sekolah
Akademis Nilai rapor untuk mata pelajaran Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan IPS harus memenuhi standar KKM sekolah yang bersangkutan dari semester 1 s/d 5.
II. PENDAFTARAN
Waktu dan Tempat
Pendaftaran bisa dilaksanakan secara online atau mendaftar langsung ke Asrama Yayasan Soposurung Balige.
Pendaftaran online dimulai pada tanggal 18 februari 2013 – 06 April 2013
Pendaftaran langsung dimulai pada tanggal 06 Maret – 09 Maret 2013
Tempat pendaftaran langsung di Aula Asrama Yayasan Soposurung Balige
Kelengkapan Pendaftaran Langsung
Persyaratan yang dibawa adalah sebagai
berikut:
·Mengisi formulir pendaftaran
·Membawa foto copy raport semester I-V yang sudah dilegalisir
Seleksi Tahap I : Tes Akademik (Matematika, Bahasa Inggris dan IPA)
Tes akademik akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal :Sabtu, 13 April 2013
Waktu : Pukul 09.00 – 14.30 WIB
Tempat : SMAN 2 Balige
Hasil tes dapat dilihat melalui website : www.yasop.org
Peserta yang lulus Seleksi Tahap I berhak mengikuti Seleksi Tahap II
Seleksi Tahap II : Tes Psikologi, Kesehatan, Kesamaptaan dan Wawancara
IV. CATATAN KHUSUS
1.Setiap pendaftar harus memberikan data/informasi yang benar, apabila dikemudian hari panitia menemukan ada manipulasi data maka peserta akan dinyatakan gugur dalam proses seleksi
Soposurung, 06 Februari 2013
Panitia SPSB
Note: Jika ada informasi lainnya terkait pendaftaran yang ingin ditanyakan bisa
menghubungi panitia di hari kerja mulai pkl 08.00 s/d 17.00 WIB melalui:
Kami beritahukan bahwa syarat-syarat dan proses pendaftaran untuk penerimaan siswa baru Tahun 2013 akan diinformasikan secara resmi pada awal Februari nanti melalui media cetak koran, website, facebook, dll.
PENDAFTARAN ONLINE MASUK ASRAMA YAYASAN SOPOSURUNG BALIGE
Tahun ini sistem pendaftaran untuk masuk Asrama Yayasan Soposurung Balige bisa dilakukan dengan mendaftar online di web http://pendaftaran.yasop.org Khusus untuk pendaftar yang berasal dari luar daerah tidak perlu lagi mengajukan surat permohonan, calon pendaftar bisa langsung mendaftarkan diri.